Sabtu, 20 Februari 2010

Shiro Ishii, Dokter paling kejam dari Jepang

Ishii adalah seorang ahli mikrobiologi dan letnan jenderal Unit 731, sebuah unit perang biologis Tentara Kekaisaran Jepang selama Perang Sino-Jepang. Ia dilahirkan di bekas Desa Shibayama Kabupaten Sanbu di Prefektur Chiba, dan belajar kedokteran di Universitas Kekaisaran Kyoto. Pada 1932, ia memulai eksperimen pendahuluan dalam perang biologis sebagai proyek rahasia militer Jepang. Pada tahun 1936, Unit 731 terbentuk. Ishii membangun sebuah senyawa besar – lebih dari 150 gedung-gedung lebih dari enam kilometer persegi – di luar kota Harbin, Cina.

Beberapa dari sekian banyak kekejaman yang dilakukan oleh Ishii dan yang lain di bawah komandonya di Unit 731 meliputi: pembedahan makhluk hidup hidup orang (termasuk wanita hamil yang dihamili oleh dokter), tahanan dengan kaki diamputasi dan dipasang ke bagian lain dari tubuh mereka, sejumlah tawanan dibuat beku anggota tubuhnya dan dicairkan untuk mempelajari hasil gangren yang tidak diobati. Manusia juga digunakan sebagai kasus uji hidup untuk pelempar granat dan nyala api. Tahanan disuntik dengan inokulasi penyakit, dengan disamarkan sebagai program vaksinasi, untuk mempelajari efek mereka. Untuk mempelajari efek penyakit kelamin yang tidak ada obat, tawanan laki-laki dan perempuan sengaja diinfeksi dengan sifilis dan gonore melalui perkosaan, lalu dipelajari. Setelah diberikan kekebalan oleh Otoritas Pendudukan Amerika pada akhir perang, Ishii menghabiskan waktunya dalam penjara untuk kejahatannya dan meninggal pada usia 67 akibat kanker kerongkongan.




terselubung.blogspot.com

Eksekusi Mati pemerkosa dan pembunuh di Yaman

Inilah keadilan bergaya Yaman yang diberlakukan terhadap pelaku kriminal. Pria pelaku kriminal ini dituduh memperkosa dan membunuh seorang anak laki-laki berusia 11 tahun. Pria bernama Yehya Hussein al-Raghwah tersebut diarak di sepanjang jalan kota kelahirannya sebelum ditembak mati oleh seorang pelaku eksekusi di hadapan ribuan orang. Dalam peristiwa menegangkan itu, kerumunan orang yang menyaksikan eksekusi bersorak sekaligus meneriakkan kecaman terhadap Yehya.
article-0-059C88CC000005DC-166_224x423
Peristiwa kejahatan ini berawal saat seorang bocah bernama Hamdi al-Kabas mendatangi lokasi pangkas rambut Yehya selama berlangsung perayaan Idul Adha, Desember tahun lalu. Setelah secara brutal menganiayanya, pelaku pedofil itu mencincang tubuh Hamdi serta membuangnya di luar ibu kota Sana’a.
article-0-059C88DB000005DC-724_224x423
Vonis hukuman mati dijatuhi oleh pengadilan terhadap Yehya sebulan kemudian setelah ia belakangan mengakui perbuatannya. Gambar eksekusi hukuman mati yang cukup mendebarkan ini dirilis seusai eksekusi kemarin.
article-0-059D0D9C000005DC-529_468x379
Yehya yang mengenakan jubah putih digiring keluar penjara pusat di Sana’a dengan tangan terborgol. Ketakutan terlihat di wajahnya saat Yehya dikelilingi oleh sekelompok tentara yang mengiringnya ke bentangan kain berwarna merah tempat eksekusi hukuman mati.
article-0-059C89C7000005DC-568_468x314
Yehya diizinkan menaikkan doa terakhir sebelum jubahnya dikoyakkan dan wajahnya ditelungkupkan ke bawah. Saat terakhir kalinya polisi membacakan vonis hukuman terhadap Yehya, seorang dokter mengamati proses eksekusi di tengah kerumunan orang, termasuk anak-anak, yang beberapa di antaranya berteriak mencerca Yehya dan beberapa lainnya mengepalkan tangan ke udara.
article-0-059D0D4A000005DC-644_468x600
Beberapa orang di antara kerumunan pengunjung tak ingin melepaskan detik-detik terakhir momen tersebut dengan mengabadikannya lewat kamera ponsel mereka. Seorang tentara mengarahkan senapan mesinnya ke tengkuk leher pemangkas rambut itu dan hanya dalam hitungan detik saja berakhir sudahlah eksekusi hukuman mati.

Dugaan pelanggaran HAM
Eksekusi hukuman mati terhadap Yehya merupakan eksekusi kesembilan yang telah berlangsung di Yaman dalam tahun ini. Menurut Amnesty International, Yaman adalah salah satu dari 59 negara yang masih mendukung penuh hukuman mati.
Amnesty International mencatat, Yaman telah mengeksekusi hukuman mati terhadap 13 orang tahun lalu. Namun, karena tidak ada data resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Yaman, jumlah mereka yang terkena hukuman mati bisa lebih besar dari data yang ada.
Eksekusi hukuman mati di Yaman diberlakukan terhadap aksi kriminal disertai kekerasan dan tanpa kekerasan termasuk perzinahan maupun murtad. Hukuman mati pada masa lalu di negara itu dijalankan oleh sekelompok penembak, tetapi beberapa tahun terakhir laporan yang beredar menyebutkan, eksekusi dilaksanakan dengan merajam atau memenggal kepala terpidana.
Dijalankannya hukuman agama secara ketat di negara padang gurun itu menorehkan keprihatinan tersendiri dalam catatan hak asasi manusia. Sampai saat ini, masih belum diketahui apakah Yehya telah menjalani persidangan yang adil terhadap dirinya.


terselubung.blogspot.com

Terimakasih Mbah Google!!!

"Ryan Gusti Muya Memang Ganteng" 
 By Mbah Google



Sekali juga boleh kan???

300 (film)

Description:
300 is a 2007 American action film adaptation of the graphic novel of the same name by Frank Miller, a fictionalized retelling of the Battle of Thermopylae. The film was directed by Zack Snyder, while Miller served as executive producer and consultant. It was filmed mostly with a super-imposition chroma key technique, to help replicate the imagery of the original comic book.
King Leonidas (Gerard Butler) leads 300 Spartans into battle against Persian "God-King" Xerxes (Rodrigo Santoro) and his army of more than one million soldiers. As the battle rages, Queen Gorgo (Lena Headey) attempts to rally support in Sparta for her husband. The story is framed by a voice-over narrative by the Spartan soldier Dilios (David Wenham). Through this narrative technique, various fantastical creatures are introduced, placing 300 within the genre of historical fantasy.
300 was released in both conventional and IMAX theaters in the United States on March 9, 2007, and on DVD, Blu-ray, and HD DVD on July 31, 2007. The film's opening was the 24th largest in box office history, although critics were divided over its look and style. Some acclaimed it as an original achievement, while others criticized it for favoring visuals over characterization and its controversial depiction of the ancient Persians.


Click the link below to download!

The Shawshank Redemption

Description:
The Shawshank Redemption is a 1994 American drama film written and directed by Frank Darabont, based on the Stephen King novella Rita Hayworth and Shawshank Redemption. The film stars Tim Robbins as Andrew "Andy" Dufresne and Morgan Freeman as Ellis Boyd "Red" Redding.
The film portrays Andy spending nearly two decades in Shawshank State Prison, a fictional penitentiary in Maine and his friendship with Red, a fellow inmate. Despite a lukewarm box office reception that was barely enough to cover its budget, the film received favorable reviews from critics and has since enjoyed a remarkable life on cable television, VHS, DVD, and Blu-ray. This revival is reflected in its high placement on various lists of great movies, and on the Internet Movie Database it contends with The Godfather for first place.


Click the link below to dowload!

Pirates of Silicon Valley

Description:
Pirates of Silicon Valley is a 1999 film based on the book Fire in the Valley: The Making of The Personal Computer by Paul Freiberger and Michael Swaine. It is a made-for-television docudrama written and directed by Martyn Burke which documents the rise of the home computer (personal computer) through the rivalry between Apple Computer and Microsoft. The film stars Anthony Michael Hall as Bill Gates and Noah Wyle as Steve Jobs.
Synopsis: 
This entertaining look at the story of the from-the-get-go rivalry of Apple founder Steve Jobs (Noah Wyle) and Microsoft pioneer Bill Gates (Anthony Michael Hall) provides equal parts laughs and insight, set to an energized soundtrack. Told from the points of view of Jobs's and Gates's collaborators--Steve Woziak and Paul Ballmer, respectively--the film intelligently charts each camp's bumpy ride from garage experimentation to industry domination.


Click the link below to download!


The Story Of Islam (1976)




Muhammad, Messenger of Allah (retitled The Message for U.S. release) is a 1976 film directed by Moustapha Akkad, chronicling the life and times of the prophet of Islam, Muhammad. Released in both Arabic and English (in Arabic: الرسالة— , Ar Risalah), Mohammad, Messenger of God serves as an introduction to early Islamic history.
The film follows Muhammad's first years as a prophet starting with Islam's beginnings in Mecca in which the Muslims are persecuted, the exodus to Medina, and ending with the Muslims' triumphant return to Mecca. A number of crucial events, such as the Battle of Badr and Battle of Uhud are depicted, and the majority of the story is told from the point-of-view of peripheral individuals such as Hamza ibn ‘Abd al-Muttalib (Muhammad's uncle), Abu Sufyan (the leader of Mecca) and his wife Hind bint Utbah (enemies of Islam who later become Muslims themselves).

Click the link below to download!